telusur.co.id - Mahasiswa Universitas Muhammadiyah Sidoarjo (Umsida) sedang menjalankan kegiatan KKNT Kuliah Kerja Nyata Terpadu) dengan program yaitu Pengabdian Kepada Masyarakat (PKM).

Program tersebut merupakan salah satu upaya sumbangsih mahasiswa kepada masyarakat sebagai salah satu berbagi ilmu kepada masyarakat. Mereka dibantu Dosen Pembimbing Lapangan (DPL), Tofan Tri Nugroho.

Pada hari Sabtu (17/9/2022), melalui peserta KKNT, Dhelviesarah Rahayu menjelaskan bahwa, mahasiswa melakukan kegiatan program kerja tentang lingkungan yaitu Penyuluhan budaya 5R Bersama warga Desa Kupang Jabon Sidoarjo. 

“Penyuluhan ini diberikan dengan tujuan agar warga bisa melakukan suatu kegiatan dengan se-efisien mungkin dan tentunya tetap menjaga safety. Dengan adanya penyuluhan yang diberikan oleh mahasiswa ini bentuk rasa peduli Mahasiswa terhadap warga sekitar,” ungkapnya.

Dalam penyuluhan ini warga diberikan pemahaman pentingnya menerapkan budaya 5R. Penerapan 5R (Ringkas, Rapi, Resik, Rawat dan Rajin) bisa juga dikatakan sebagai hal yang sangat penting diterapkan di berbagai tempat dan di berbagai kondisi. 

“Konsep 5R sendiri merupakan metode penting dalam pelaksanaan pekerjaan dan pencegahan kecelakaan yang diakibatkan oleh kondisi yang tidak ter-atasi. 5R tentu tidak hanya menyangkut kebersihan,” imbuhnya.

Namun, juga termasuk menjaga tempat atau ruang agar selalu rapi dan teratur, memelihara lantai dan ruangan agar bebas dari bahaya tergelincir serta memindahkan material berbahaya, kertas, dan bahan-bahan yang memiliki potensi bahaya kebakaran dari tempat atau ruang. Pentingnya 5R ini membuat 5R tidak hanya penting untuk diterapkan di dunia kerja namun juga di keseharian. (ari)