GP Ansor: Bank Syariah Merupakan Jawaban Persoalan Umat dalam Ekonomi Umat - Telusur

GP Ansor: Bank Syariah Merupakan Jawaban Persoalan Umat dalam Ekonomi Umat

Ketua GP Ansor Jatim, Gus Syafiq Sauqi

telusur.co.id - Berbagai tokoh terus bersuara terkait permasalahan pribadi Jusuf Hamka terhadap Bank Syariah yang memantik reaksi publik. Salah satunya datang dari Gus Syafiq Sauqi yang merupakan Ketua GP Ansor Jawa Timur. Beliau merupakan putra dari KH Amanulloh pengasuh Ponpes Bahrul Ulum, Tambak Beras, Jombang. 

Gus Syafiq Sauqi meminta masyarakat untuk menghindari berpikir 'gebyah uyah' dengan melakukan generalisir sebuah kasus pribadi dalam dunia perbankan yang dialami Jusuf Hamka. 

Sehingga muncul kesan sepihak tentang begitu buruknya sektor ekonomi syariah yang saat ini mulai berkembang cukup baik di Banyak negara di dunia khususnya negara muslim. 

Indonesia sebagai negara muslim terbesar di dunia disebutnya menjadi moral forces tersendiri bagi tumbuh kembangnya ekonomi syariah di negara kita. 

Terlebih Semenjak tahun 1992, hingga lahir Bank Muamalat sebagai Bank Syariah pertama di Indonesia, Ekonomi syariah telah menjadi disiplin ilmu ekonomi yang secara empiris berdiri sendiri dan banyak dikaji di perguruan tinggi di seluruh dunia. 

Maka menjadi kewajiban bagi GP Ansor khususnya karena merupakan organisasi kepemudaan islam terbesar untuk mensupport tumbuh dan berkembanganya Ekonomi syariah dan produk halal di Negara kita. 

Masyarakat khususnya kaum muslim untuk tidak ragu dengan memilih berinvestasi di perbankan syariah. Karena lahirnya perbankan syariah adalah solusi atas kegamangan akan kehalalan Bank Konvensional yang kemudian oleh para sarjana islam dan ulama melahirkan apa yang kita sebut sebagai Bank Syariah.  

"Umat islam perlu membaca kembali sejarah lahirnya Bank Syariah. Ini adalah ijtihad ilmuan muslim dan ulama dalam menjawab persoalan umat yang meragukan kehalalan perbankan konvensional. Maka menjadi penting karena ini produk kelimuan ulama untuk kita support dan berkembang lebih besar lagi,” lugas Gus Syafiq. Sabtu, (31/7/2021). 

GP Ansor Jatim sendiri memandang jika ada permasalahan dalam dunia perbankan syariah masyarakat tidak perlu merasa khawatir, karena sudah ada Dewan Pengawas Syariah dan Dewan Syariah Nasional yang bekerja untuk memastikan kegiatan perbankan syariah sesuai dengan peraturan dan undang-undang serta tidak keluar dari aturan Syariah.  

“Kekuatan ekonomi syariah ke depannya juga didukung oleh kebijakan pengembangan ekonomi syariah nasional yang semakin fokus, ditandai dengan penetapan peraturan presiden (Perpres) No. 28 Tahun 2020 Tentang Komite Nasional Ekonomi dan Keuangan Syariah,” ujarnya. (ari)


Tinggalkan Komentar