telusur.co.id - Sebuah perusahaan nasional produksi rokok, Bandar Rokok Nusantara Global (BARONG) Grup tengah menjajaki ekspansi usaha ke Malaysia dengan mempertimbangkan akuisisi pabrik rokok yang telah beroperasi di negara tersebut. Langkah awal penjajakan itu dilakukan melalui konsultasi dengan Kedutaan Besar Republik Indonesia (KBRI) di Kuala Lumpur.
Founder & Owner Barong Grup, HRM. Khalilur Rahman Abdullah Shahlawiy mengungkapkan, konsultasi tersebut dilakukan untuk memperoleh gambaran regulasi industri rokok di Malaysia sekaligus memetakan peluang investasi.
“Informasi awal yang kami peroleh menyebutkan bahwa, Malaysia tidak lagi menerbitkan izin baru untuk pendirian pabrik rokok. Karena itu, jika ingin memproduksi rokok di Malaysia, opsi yang paling realistis adalah mengakuisisi pabrik yang sudah ada,” jelas Gus Lilur, sapaan akrabnya lewat keterangan tertulisnya. Senin, (15/3/2026).
Alumni Santri Denanyar, Jombang ini mengutarakan, langkah tersebut menjadi penting bagi BARONG Grup jika perusahaan ingin memperluas jaringan produksi sekaligus membuka peluang distribusi tembakau Indonesia ke industri rokok di Malaysia.
“Dalam rangka penjajakan ini, manajemen BARONG Grup melakukan pertemuan konsultatif di kantor KBRI Kuala Lumpur. Rombongan diterima oleh Wakil Duta Besar RI untuk Malaysia Danang Waskito, yang didampingi sejumlah pejabat KBRI,” pungkas Founder GP Sakera ini.
Hadir pula dalam pertemuan itu Sekretaris Kedutaan Maria Kusumanegari, staf Penerangan Sosial Budaya, Cantika, serta Atase Perdagangan, Aziza Rahmaniar Salam.
Menurutnya, sambutan dan dukungan dari jajaran KBRI Kuala Lumpur memberikan gambaran awal yang penting mengenai aspek regulasi, jejaring bisnis, dan prosedur yang perlu ditempuh dalam rencana ekspansi usaha tersebut.
“Saya merasa seperti menemukan rumah sendiri ketika berada di luar negeri. Kedutaan bukan hanya tempat diplomasi, tetapi juga tempat warga negara Indonesia berkonsultasi dan mendapatkan arahan ketika ingin mengembangkan usaha di negara lain,” papar kader muda NU ini.
Usai pertemuan itu, Atase Perdagangan KBRI Kuala Lumpur, Aziza Rahmaniar Salam turut membantu mempertemukan BARONG Grup dengan seorang pengacara lokal Malaysia yang memiliki pengalaman dalam proses akuisisi perusahaan.
Pertemuan awal dengan pengacara tersebut dijadwalkan berlangsung di kawasan Bukit Bintang, Kuala Lumpur, sebelum Gus Lilur melanjutkan perjalanan bisnis berikutnya ke Manila, Filipina.
Masih dengan Gus Lilur, konsultasi dengan perwakilan diplomatik Indonesia menjadi bagian penting dari strategi ekspansi bisnis internasional yang tengah dirancang BARONG Grup.
Alumni aktivis HMI UIN Syarif Hidayatullah Jakarta, Ciputat iji berharap, langkah tersebut tidak hanya membuka peluang baru bagi perusahaan, tetapi juga memperluas akses tembakau Indonesia ke pasar industri rokok di kawasan Asia Tenggara.
“Sebagai warga negara Indonesia yang berada di luar negeri, saya merasa bangga dan terbantu dengan kehadiran perwakilan negara yang membuka ruang dialog dan memberikan solusi,” tutup Tokoh Nahdliyin Inspiratif versi Forum Jurnalis Nahdliyin (FJN) ini. (ari)



