telusur.co.id - Walikota Tegal, Dedy Yon Supriyono menegaskan, kota Tegal sudah dinyatakan darurat virus corona (covid-19). Penegasan itu diungkapkannya di depan wartawan saat konferensi pers di Pendapa Ki Gede Sebayu Komplek Balai Kota Tegal, Provinsi Jawa Tengah.

Sebelumnya, Dedy Yon sudah melontarkan statement bahwa lebih baik mati ekonomi, ketimbang ada warganya yang mati. Itu diungkapkan Dedy Yon saat sidak ke sejumlah tempat karaoke. Kini Dedy Yon kembali melontarkan statemen dia memilih dibenci, daripada maut menjemput mereka.

Dedy Yon menjelaskan, setelah seorang pasien yang dirawat di Ruang Isolasi RSUD Kardinah positif terinfeksi virus corona, dia sudah merencanakan tindakan preventif segera mungkin. 

Yang paling mendesak, papar Dedy, adalah penyemprotan disinfektan ke sejumlah lokas-lokasi yang biasa digunakan sebagai tempat berkerumun warga.

Selain itu, Pemkot Tegal juga akan memperpanjang lokasi local lockdown, dengan menutup akses perbatasan-perbatasan menuju ke Kota Bahari. 

Local lockdown akan dipertegas pula, ungkap Dedy, dengan mengganti sekat pintu masuk yang awalnya dari water barrier dengan MBC beton.

“Satu MBC beton kira-kira beratnya sekitar 2 ton. Jadi akan sangat susah dipindah atau digeser oleh seseorang,” ucapnya. Rabu, (25/3/2020).

Menurut Dedy, keputusannya meningkatkan status Kota Tegal darurat virus corona dan penerapan full local lockdown semata-mata dilakukan demi keamanan bersama. 

Terkait kondisi pasien warga Kelurahan Slerok Kecamatan Tegal Timur yang dinyatakan positif corona saat ini kondisinya baik, dan dia tidak mempunyai riwayat kontak dengan keluarganya.

“Yang bersangkutan ke rumah sakit sendiri, tidak pakai ojek online juga. Tapi ada anggota keluarganya yang berinisiatif mengantar sepeda motor untuknya yang di parkiran stasiun,” ucapnya.

Dedy berharap warga tegal yang dinyatakan positif corona bisa sembuh dan sehat kembali. Selain itu, Wali Kota meminta, masyarakat bisa memahami kebijakan yang diterapkan Pemkot Tegal untuk memutus matai rantai penyebaran virus corona (covid-19).

“Ini pilihan yang pahit, dan saya sendiri dilematis. Bahkan kalau disuruh memilih, lebih baik saya dibenci daripada maut menjemput mereka,” lugas Dedy. (ari)