telusur.co.id - Ikatan Alumni Institut Teknologi Sepuluh Nopember (IKA ITS) akan mengadakan regenerasi kepengurusan serta penguatan organisasi melalui Kongres IKA ITS yang akan dilaksanakan 9-10 Agustus 2024. 

Salah satu agendanya adalah Pemilihan Ketua Umum serta pemilihan anggota senat IKA ITS periode 2024-2028, yang telah dimulai dengan tahapan penjaringan yang telah menghasilkan tujuh bakal calon Ketua Umum dan 31 bakal calon anggota Senat IKA ITS.

Selanjutnya, dilaksankaan acara Pengambilan Nomor Urut Bakal Calon Ketua Umum. bertempat di Sekretariat IKA ITS, Jalan Taman Kebon Sirih, Jakarta Pusat. Rabu, (22/5/2024). 

Ada tujuh bakal calon yang telah memenuhi syarat, yang akan berkompetisi untuk menggantikan Ketua Umum IKA ITS saat ini, Ir. Sutopo Kristanto, MM. Pengambilan nomor urut ini dilakukan secara transparan dan terbuka, disaksikan oleh panitia pemilihan (KPU), PP IKA ITS dan alumni ITS. Acara juga disiarkan secara langsung melalui kanal Youtube: PP IKA ITS.

Ir. Sutopo Kristanto, MM. (Ketua Umum PP IKA ITS) dalam sambutannya menekankan tentang peran penting IKA ITS dalam pengembangan kampus melalui endowment fund. 

Sutopo menjelaskan bahwa, IKA ITS salah satu tujuan untuk berkumpul untuk memiliki weld. Tidak bisa berkumpul hanya sekedar berkumpul. IKA ITS masa dulu dengan sekarang challengenya beda. Untuk itu kita memohon pada kongres 2019 untuk diijinkan membentuk badan hukum. Ini sangat penting untuk kita awali. 

“Dengan demikian, se-sen demi se-sen kita harus bisa mengumpulkan dan mengakumulasi di badan hukum itu. Tanpa itu kita tidak akan mampu berbuat apa-apa. Triplee-helik, penta-helik hanya omong kosong kalau kita hanya berpikiran sebuah pabrik yang menghasilkan sumber daya manusia. Kita harus menjadi salah satu engine of growt dari ekonomi,” jelas Sutopo.

IKA ITS sudah studi banding di Amerika, endowment fund diakumulasi di sana. Contoh Stanford University yang telah memiliki 49M USD  yang dikembangkan, setiap tahunnya menghasilkan 1,3 M USD (yang merupakan dana abadi itu), dipakai untuk riset dan dana pendidikan. Jadi 80 persen biaya pendidikan di Stanford University backbondnya adalah endowment fund.

“Ini challenge ke depannya. Kita tidak bisa melompat, pelan-pelan melangkah, sedikit demi sedikit, semoga apa yang kita upayakan dapat menjadi hal-hal yang baik untuk ITS. ITS saat ini endowmnet fund nya sudah cukup banyak, lebih lebih dari 100 M. Bersyukur, Jangan dilihat angkanya, intinya, langkah itu sudah di mulai. Jaringan kita kuat, kita bisa memiliki prakarsa dan inovasi membesarkan endowment fund. Cahllengenya itu. 

“Terima kasih, atas nama Pengurus Pusat, upaya ini terus mendapatkan dukungan rekan-rekan semuanya. Proses regenerasi ini harus berjalan, kita laksanakan sebaik-baiknya, menghasilkan pemimpin kita bersama yang sama-sama kita cintai dan banggakan. Semoga mendapat rahmad dan segala hal yang baik untuk calon dan untuk kebesaran  almamater ITS, nusa dan bangsa Indoensia,” tandas Sutopo.

Ir. Ridwan Hisyam (Ketua Senat IKA ITS) menyampaikan pesan kepada calon ketua umum yang nanti terpilih. Keberhasilan organisasi ini apabila eksekutif dan legislatifnya kompak. Untuk itu calon Ketua Umum juga harus harus loby/pendekatan ke 31 calon anggota senat (nanti terpilh 11 orang) agar organisasi dalam perjalanannya lancar. 

“Pengurus Pusat dengan Senat ini menyatu, sampai akhir, selesai. Yang tetap harus dijaga sebagai senat, (fungsinya beda), tetap harus KKO, harus Kritis, Konstruktif, dan Obyektif. Jangan karena menyatu, senat ikut arus, nanti organisasi ini ndak besar. Senat harus tetap kritis, dalam artian membangun memebesarkan orgnaisasi IKA ITS. juga jarus obyektif, menghasilkan sesuatu yang baik. Tolong juga berfikir, siap yang sebaiknya kita ajak untuk bersama-sama mengurusi IKA ITS.” pesan Ridwan.

“Untuk menjadi Ketua Umum harus betul-betul serius, sejak awal. Contoh seperti pengabdiannya cak Topo. Serius sejak awal, begitu tepilih organisasi betul-betul diurus. Jalan terurus, IKA ITS diurusi bener. Pengabdian ini bukan terkait dengan posisi kita saat ini, tapi dalam rangka pengabdian pada almamater ITS. Ketua Umum harus yakin, tidak dibackup oleh apa yang sodara punya, yang backup adalah seluruh  alumni ITS. Ketua Umum IKA ITS milik seluruh alumni.  Kalau ada kesulitan, dibicarana dengan semua alumni, kita gotong royong,  rawe-rawe rantas malang-malang putung. Selamat pada para bacaketum. Mari kita bersama-sama membesarkan ITS dengan cara-cara yang baik,” tandas Ridwan.

Setelah sambutan dari PP IKA ITS dan Senat IKA ITS, dilasanakan pengambilan nomor urut oleh para bakal calon. Dr. Ir. Muhammad Fauzan ST, MM, IPU, ACPE,CRE (Teknik Sipil 1993) mendapatkan nomor 6. Sedangkan Pradipa Dinar Mukti, ST. (Teknik Geomatika 2008) memperoleh nomor 3. Munadi Herlambang, ST, MA. (Teknik Kimia 1997)  dapat nomor 4. Dr. Faizal R. Djoemadi, M.Sc. (Teknik Elektro 1986) memperoleh nomor 1, Ir. Boy Robyanto, ST. MT.  (Teknik Sipil 1991) mendapatkan nomor 7 dan Jogyo Susilo, ST. (Mesin 1988) dengan nomor 2, serta Ir. Wiluyo Kusdwiharto, ST, MBA, IPU, ASEAN Eng. (Mesin 1989) memperoleh nomor 5.

Setelah pengambilan nomor urut, para bakal calon akan mengikuti rangkaian kegiatan kampanye yang telah dijadwalkan, termasuk debat calon dan pemaparan visi-misi. Dari tujuh bakal calon Ketua Umum nantinya akan diambil lima suara tebanyak yang diperoleh dari pemilu raya One Man One Vote (OMOV), dan selanjutnya ditetapkan sebagai calon Ketua Umum yang  akan di pilih dalam Kongres IKA ITS sebagai puncak dari rangkaian pemilihan ini. 

Pemilihan melalui sistem OMOV ini ditentukan melalui aplikasi MIDA ITS (Manajemen Informasi Data Alumni ITS), dimana hanya alumni yang sudah terdaftar di MIDA yang bisa melakukan pemilihan. Untuk itu diharapkan semua alumni yang belum mendaftar bisa menginstall aplikasi MIDA ITS melalui play store (android) maupun app store (iphone).

Radian Jadid (Ketua Harian ITS 93) mengapresasi hasil pengambilan nomor urut calon Ketua Umum dalam tahapan menuju Kongres IKA ITS. 

Apalagi dari ketujuh bakal calon ketua umum, salah satunya  dari ITS 93, yakni Dr. Ir. Muhammad Fauzan ST, MM, IPU, ACPE,CRE (Teknik Sipil 1993) yang memperoleh nomor urut 6. Fauzan yang merupakan Ketua Umum ITS 93 dengan puluhan penghargaan dan memiliki empat sertifikasi profesi, saat ini merupakan Direktur Human Capital & Legal PT Hutama Karya. Doktor di bidang Manajemen Teknik ini dikenal sangat bersahaja, memiliki jiwa sosial serta memiliki kapasitas dan visi yang cemerlang dalam berorganisasi. 

Selain Fauzan, ITS 93 juga berpartisipasi dalam kontestasi pemilihan Senat IKA ITS. ITS 93 mempersiapkan sepuluh orang kandidat, yang enam orang diantaranya memenuhi persyaratan dan lolos menjadi bakal calon anggota senat. 

Mereka adalah Sita Pramesthi, S.Si., Matematika ITS 93, (PW IKA ITS Jatim, pegiat pendidikan dan Dewan Pendidikan Surabaya), Ir. Reny Widya Lestari, S.T., IPU, Arsitek ITS 93 (PP IKA ITS 2014-2019, Pengusaha, Ketua IWAPI Surabaya 2012-2017-2023), Ir. Eka Santoso, S.T., M.M., T. Infrastruktur Sipil ITS 93 (IKA ITS PW Jatim, SVP Divisi QHSEE PT Wijaya Karya), Gunawan Martua S,T., M.M., Teknik Mesin ITS 93 (Wirausaha, Authorized Distributor MICFIL Filtration Systems, Aktivitis Gerakan Mahasiswa 97-98, Pengurus IKA ITS PW Jakarta Raya), M. Tibiyani, S.Si., Statistika ITS 93 (Ketua PW Kepri 2018-2022, Ketua TDA, CEO iPOS, Pengusaha), dan Ir. Yoke Candra Katon, S.T., M.M., Teknik Kimia ITS 93 (Ketua Harian IKA ITS PW Jatim, Wakil Ketua KADIN Jatim, Komisaris Pelindo Terminal Petikemas, BKK PII).  

 “ITS 93 telah berpartisipasi dan berkontribusi aktif dalam proses dan dinamika IKA ITS. Kami menghantarkan teman-teman ITS 93 yang mempunyai kepedulian dan visi yang jelas untuk melakukan perubahan positif bagi organisasi.  Semoga ini menjadi langkah dan komitmen kami memberikan contoh berkompetisi untuk Ketua Umum dan Senat IKA ITS dengan keterbukaan hati dan pikiran, bersaing yang sehat, membawa keberkahan bagi semuanya. Upaya berbuat baik dan amanah dalam rangka menjalankan cita-cita ibu yang luhur ITS diharapkan dapat membawa kesejahteraan, kemanfaatan bagi almamater ITS sebagai bagian dari kontribusi pada bangsa dan rakyat Indonesia,” harap Jadid. (ari)