telusur.co.id - Sebagai bagian dari keluarga besar ITS, ITS 93 mengadakan Buka Puasa Peduli 1445 H di Isyana Ball Room, Hotel Bumi Surabaya. Sesuai dengan tema rangkaian kegiatan ramadhan ITS’93 “Tingkatkan Solidaritas Sesama, Raik Berkah Ramadhan”, kegiatan bukber diisi dengan berbagai upaya peduli dan berbagi pada sesama. 

Acara yang diawali dengan Tausiyah Ramadan, dilanjutkan dengan buka puasa, pemberian apresiasi dan santunan, ramah tamah serta rapat koordinasi pengurus ITS 93; berlangsung cukup khidmad dan meriah. Jumat, (22/3/2024).

Ketua Umum Paguyuban Angkatan 93 ITS,  Dr. Ir. Muhammad Fauzan, S.T., M.M. menjelaskan bahwa, rangkaian kegiatan Ramadhan keluarga besar ITS yang dimotori ITS 93 merupakan kegiatan yang melibatkan banyak stakeholder dosen, mahasiswa, alumni ITS dan masyarakat yang bersinergi untuk meningkatkan solidaritas guna meraih berkah Ramadhan. 

Selain acara bukber di kampus ITS yang membagikan ratusan paket buka puasa setiap hari selama Ramadhan, juga dilaksanakan santunan bagi anak yatim, teman yang sakit serta yang membutuhkan (dhuafa). Juga penggalangan kepedulian menjadi orang tua asuh serta apresiasi untuk mahasiswa KIP=Kuliah Skema 2.   

“Acara yang mengundang tujuh rektor ITS yakni rektor ITS ke-7 hingga ke-13 juga dimaksudkan untuk menghargai, mengapresiasi atas peran beliau sekaligus memberikan kabar baik bahwa, murid-murid mereka sekarang bisa terus berkiprah dan fastabikhul khoirot untuk ITS dan bangsa, serta untuk mempererat tali silaturrahmi keluarga besar ITS. 

“Alhamdulillah tiga orang rektor ITS hadir membersamai kami. Beberapa berhalangan hadir. karena bersamaan menjalankan tugas dan ada udzur lainnya. Semoga kebaikan  yang telah kita lakukan selama ini bisa terus berlanjut dan membawa keberkahan buat semuanya,” jelas Fauzan. 

Pemilik dan Pengelolan Ponpes Tahfidz Annawawi Surabaya, Ust. H. Ahmad Mujab Muthohhar. didapuk memberikan tausiyah ramadan. Ia menyampaikan tentang pentingnya mencari orang-orang dekat (circle) yang baik dalam menjalin ukhuwah dan persaudaraan. Berinteraksi dan bergaul dengan teman-teman yang baik akan menjadi energi positif yang bermanfaat untuk saling menjaga dan bersinergi menebar kebaikan. 

Kedua, pentingnya persahabatan yang tulus dan Ikhlas, saling membantu, dan berkesinambungan. Kedua hal tersebut akan menjadi modal yang kuat untuk membangun solidaritas sesame utamanya dalam beramal meraih keberkahan ramadan. 

Pada kesempatan Bukber ITS 93 ini, Rektor ITS ke-11 (2015-2019), Prof. Ir. Joni Hermana, M.Sc.ES., Ph.D. membersamai ITS 93 menyampaikan, sejumlah bingkisan yang diberikan secara simbolis kepada Pondok Pesantren Tahfidz Annawawi Surabaya dan Panti Asuhan Darul Aytam Dhuafa Ruqoiyah. 

Pemberian bingkisan ini sebagai upaya berbagi dan memberikan kebahagiaan bagi para penghuni pondok dan panti asuhan dalam Upaya meraih keberkahan di bulan ramadan

Selanjutnya, Rektor ITS ke-10 (2011-2015) Prof. Dr. Ir. Triyogi Yuwono, D.E.A. membersamai ITS 93 menyampaikan, santunan untuk keluarga besar Angkatan 93 ITS, yakni bagi yatim-piatu, anak dari ITS Angkatan 93 yang telah meninggal dunia, mereka yang menderita sakit serta beberapa teman yang saat ini kurang beruntung dalam menjalani hidup (dhuafa). 

Secara simbolis santunan diterimakan kepada bidang Sosial Kemasyarakatan untuk selanjutnya diserahkan langsung kepada para penerima dengan kriteria yang telah ditentukan.

Dr. Ir, Machsus, S.T., M.T. (Direktur Lembaga Pengelola Dana Abadi ITS) juga membersamai ITS 93 menyampaikan Apresiasi kepada 30 mahasiswa KIP-Kuliah Skema 2 yang sesuai ketentuan pemerintah, tidak menerima dana tunjangan hidup selama kuliah. 

ITS’93 tergerak untuk memberikan apresiasi sejumlah dana kepada mereka sebagai tambahan untuk bisa tetap semangat dan daapt terus menjalankan pendidikan sampai tuntas. ITS 93 juga menginisiasi Gerakan orang tua asuh bagi mereka. 

Wakil Rektor IV ITS, Ir. Bambang Pramujati, S.T., M.Sc.Eng., Ph.D., IPU A.Eng. memberikan apresiasinya. 

“Alhamdulillah, Luar biasa. Saya bangga sekali dengan kegiatan ITS 93. Apresiasi, untuk Angkatan 93 ITS yang terus berbuat kebaikan untuk Masyarakat, memberikan bantuan pada mahasiswa bidik misi, berbagi dengan pondok pesantren. ITS 93 punya sesuat yang sangat kita banggakan, bermanfaat bagi orang lain,” tegas BP, sapaan akrabnya.

Lebih lanjut, Bambang Pramujati yang telah terpilih menjadi Rektor ITS ke-13 (2024-2029) menyatakan bahwa, di ITS tantangannya cukup besar dan banyak. Dengan status PTN-BH, ITS tidak bisa lari sendiri, butuh teman berlari dan berjalan jauh yakni teman alumni. Untuk bisa menggapai cita-cita ITS dan memajukan keluarga besar ITS. 

“ITS butuh semangat dan percaya diri. Kita bisa kalau kita yakin bisa. Selamat berkumpul dan berbuat kebaikan bersama. Semoga selalu mendapatkan ridho Allah SWT, mendapatkan rizki yang lebih bayak guna lebih bayak membantu sesama,” tandas BP yang akan dilantik jadi Rektor pada 30 April 2024 mendatang.

Menyikapi tidak adanya biaya tunjangan hidup  bagi adik-adik mahasiswa program KIP-Kuliah Skema 2, ITS 93 telah bergerak menginisiasi dan menggalang solidaritas, yang hingga saat ini telah menjaring 18 orang yang siap menjadi orang tua asuh bagi 33 mahasiswa. Pada kesempatan Bukber ITS 93 secara simbolis juga diserahkan Apresiasi berupa tambahan dana untuk kebutuhan hidup  bagi 30 mahasiswa KIP-Kuliah Skema 2. 

Pengurus Bidang Sosmas ITS’93, M. Yazid Basthomi menyatakan bahwa, upaya ITS 93 ini hanya berusaha untuk menginspirasi dan memotivasi para pihak agar bisa peduli dan berbagi.

“Kita melakukan hal seperti ini karena semangat sebagai sebuah keluarga besar ITS.  ITS adalah kampus yang bukan main-main, kampus yang berlatar belakang sejarah sepuluh nopember, kampus perjuangan. Makanya bisa ketemu. Apresiasi ini adalah sebagai bentuk kepedulian, dan bukan solusi. Karena persoalan hidup akan selalu ada, yang bisa menyelesaikan adalah mereka sendiri, bukan orang lain. 

“Jangan minder dan merasa takut menghadapi masalah. Kedua, dalam menghadapi masalah, prilaku / style mengurung diri di kamar, tanpa bersosialisasi. adalah hal yang kurang baik. Makanya harus merubah diri, mainset maupun gaya hidup dari individual menjadi mainset orang dewasa, mahasiswa. 

“Belajar tidak hanya di perkuliahan tapi juga di masyarakat. Belajar dengan teman-teman sehingga tambah hebat. Tidak jadi beban kalau ada masalah, tapi bisa menjadi support,” ujar Yazid kepada para mahasiswa penerima apresiasi.

Apresiasi diserahkan langsung kepada mahasiswa KIP-Kuliah Skema 2 sebagai langkah kontingensi (kebutuhan mendesak) juga sebagai bentuk akuntabilitas dan transparansi. Juga sebagai pengenalan mahasiswa dengan seniornya, para alumni khususnya ITS 93. 

Tatap muka ini penting karena mereka butuh pemotivasian dan komunikasi yang positif sehingga mereka tahu tentang bagaimana “warna” ITS jaman dahulu, membuka ruang interaksi antar generasi.

“Harapan teman-teman bisa datang, bisa membantu memberikan suasana interaksi dan komunikasi yang bagus antar generasi. Ada transfer nilai, membangun suasana kekeluargaan sebagai keluarga besar ITS. Apresiasi ini jangan dilihat nilainya tapi semangatnya,” tutup Yazid. (ari)