telusur.co.id - Setelah sebelumnya PMII menerjunkan tim untuk observasi kondisi Air Terjun Pletuk di desa Jurug kecamatan Sooko, hari ini Kamis (09/9) tim yang terdiri dari 11 mahasiswa tersebut mendatangi beberapa dinas. Di antaranya Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Dinas Peternakan Kab. Ponorogo.

Kedatangan mereka adalah tindak lanjut dari hasil pengkajian terhadap hasil observasi sebelumnya tentang kondisi Air Terjun Pletuk yang tercemar limbah kotoran sapi.

Hanif Zein selaku koordinator tim menjelaskan, menurut Tim Observasi PMII, Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan Dinas Peternakan adalah yang harus bertanggung jawab terhadap pencemaran yang terjadi.

"Setelah kami berdiskusi beberapa kali, kami menilai ada tiga dinas yang seharusnya bertanggung jawab terhadap kondisi air terjun Pletuk saat ini. Dinas Lingkungan Hidup, Dinas Pariwisata dan juga Dinas Peternakan,” tegas Hanif. Kamis, (09/9/2021).

Beberapa poin penting yang dibawa oleh Tim PMII antara lain yakni ketiga dinas tersebut diminta untuk melakukan evaluasi terhadap berbagai langkah yang sudah dijalankan sebelumnya. 

Juga meminta agar Dinas Peternakan mengambil sikap tegas dalam pelanggaran pengelolaan limbah. Terakhir, mahasiswa juga akan memantau terhadap langkah-langkah ke depan dari ketiga dinas tersebut.

"Kita semua tahu, pencemaran tersebut sudah terjadi begitu lama, artinya kebijakan atau program yang telah terlaksana kemarin kemarin belum efektif dan dampaknya juga belum terlihat. Maka perlu dievaluasi. Lalu yang paling utama adalah sikap tegas dari Dinas Peternakan terhadap pengelolaan limbah peternakan yang masih ngawur,” jelasnya. 

Saat Tim bertemu dengan Kepala Dinas Lingkungan Hidup, Sapto Djatmiko. Sapto menyampaikan bahwa, dalam menyelesaikan persoalan Air Terjun Pletuk tersebut, tidak bisa jika hanya peran dari dinas saja. 

"Ini permasalahan yang sudah lama sebenarnya. Kami di Lingkungan Hidup (Dinas LH -red) adalah terdampak, karena akar utamanya berasal dari peternak sapi perah, ranahnya di Dinas Peternakan.  

“Kami sekarang juga sudah koordinasi dengan Dinas Peternakan untuk masalah ini. Dalam waktu dekat kami akan ke Pudak untuk membahas ini dengan pak camat dan pak kepala desa. Permasalahan ini tidak bisa kalau hanya dari dinas, peran dari masyarakat juga penting agar segera terselesaikan,” ujar Sapto. 

Kemudian, Tim PMII bergerak menuju Dinas Pariwisata. Namun setelah sampai di lokasi, Kepala Dinas Pariwisata tidak ada di tempat, sehingga Tim PMII ditemui oleh Yudha bagian Kebudayaan. Yudha hanya sedikit menjelaskan bahwa, pengelola wisata Air Terjun Pletuk adalah desa, bukan kabupaten. 

Dinas terakhir yang ditemui adalah Dinas Peternakan. Tim PMII sempat diminta untuk pulang dan kembali lagi kemudian hari oleh pihak keamanan dengan alasan kedatangan Tim PMII untuk menyampaikan informasi kepada kepala dinas tidak sesuai SOP. Namun, akhirnya Tim PMII diperbolehkan. 

Saat menemui Tim PMII, Andi Susetyo mengaku terbuka terhadap kedatangan Tim PMII. Ia juga menjelaskan, terkait dengan langkah-langkah ke depan dalam menyelesaikan permasalahan limbah kotoran sapi di Pudak. 

"Saat ini kami sedang koordinasi dengan para kepala desa. Targetnya adalah desa-desa di Pudak mengeluarkan Perdes tentang pengolahan limbah. Agar bisa ditindak tegas dan diberikan sanksi. Bagi kami Perdes ini lah yang paling penting. Karena kalau semua diserahkan pertanggungjawabannya kepada dinas, kami jujur kewalahan,” tandas Andi Susetyo. (hnf/ari)